Kuliah Umum Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muria Kudus Tahun Akademik 2022/2023

Kuliah Umum Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muria Kudus Tahun Akademik 2022/2023

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muria Kudus (FEB UMK) pada hari Rabu (28/12) melaksanakan kegiatan kuliah umum secara online (via zoom) dengan mengusung tema “Decision support system sebagai sarana pendukung pengambilan keputusan oleh decision makers.”

Program Studi Manajemen FEB UMK mengundang narasumber dari Universitas Diponegoro yaitu Bapak Muhammad Malik Hakim, S.T., M.T.I. Beliau memaparkan materi terkait dengan DSS (Decision Support System) yang merupakan sistem berbasis komputer untuk membantu manajemen dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat berdasarkan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan. Materi tersebut diharapkan dapat menambah wawasan bagi para mahasiswa semester 5 (lima) yang mengambil mata kuliah sistem informasi manajemen dalam mengembangkan kemampuan manajerialnya untuk pengambilan keputusan berdasarkan data-data yang sudah tersistematisasi.

Kuliah umum kali ini dihadiri oleh 541 peserta yang terdiri dari mahasiswa semester lima dan Dosen Progam Studi Manajemen FEB UMK. Peserta mendapatkan ilmu dan wawasan mengenai bagaimana peran manajerial dalam mengambil keputusan berdasarkan data-data valid dengan menggunakan DSS atau sistem pendukung keputusan yang dimoderatori oleh Izzah Sarirotun Nijwah, S.M., M.M. (Dosen Program Studi Manajemen FEB UMK).

Pada pemaparan materi, Bapak Muhammad Malik Hakim, S.T., M.T.I. menyampaikan bahwa DSS merupakan sistem berbasis komputer untuk membantu manajemen dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat dan meningkatkan efektivitas dalam pengambilan keputusan dengan lebih efisien berdasarkan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan. DSS juga memiliki komponen antara lain, data management (database yang relevan), model management, communication/dialog subsystem (user interface yang bisa dibaca dengan mudah oleh user), dan knowledge management. Namun, sebaik apapun DSS tetap memiliki keterbatasan, yaitu apabila data yang dimasukkan (input) terbatas maka DSS juga terbatas sebab DSS tidak memiliki kemampuan intuitif melainkan kemampuan analitis. DSS lebih mengutamakan pada efektivitas daripada efisiensi karena DSS menyediakan pembobotan untuk masalah mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu (prioritas masalah).

Pada model DSS ada empat fase dalam pengambilan keputusan, yaitu fase intelligence (mengenali masalah, kebutuhan, atau kesempatan); fase design (cara memecahkan masalah); fase choice (sistem menghadirkan alternatif solusi terbaik untuk dipilih); dan fase implementasi (setelah keputusan diambil, kebijakan seperti apa yang dibuat, kemudian di evaluasi apakah sudah sesuai atau belum untuk menyelesaikan masalah yang ada). DSS menyediakan tampilan yang sederhana, andal, mudah dikontrol, adaptif, responsif, detail, menggunakan model analisis dengan simulasi yang interaktif, sehingga manajemen bisa lebih mudah dalam menggunakan atau membaca data untuk mengetahui kondisi organisasi yang sebenarnya secara real time.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses yang terlihat dari banyaknya peserta mengajukan pertanyaan kepada narasumber terkait dengan materi yang disampaikan. Akhir diskusi, pemateri dan seluruh peserta mendapatkan e-sertifikat pada kegiatan kuliah umum ini. Setelah rangkaian acara selesai, kemudian ditutup dengan melakukan foto bersama bagi seluruh peserta dan narasumber.